
Pendidikan Ramah Anak Jadi Sorotan dalam Yudisium FTK UIN Ar-Raniry
Banda Aceh (Ar-Raniry) — Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar yudisium yang mengangkat tema “Rekonstruksi Epistemologi Tarbiyah: Aktualisasi Peran Pendidik dalam Mitigasi Kekerasan terhadap Anak di Satuan Pendidikan” di Auditorium Prof Ali Hasjmy, Selasa (9/6/2026).
Dr Nashriyah, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) sekaligus Koordinator Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry, menyoroti pentingnya peran pendidik dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap anak di satuan pendidikan.
Menurut Nashriyah, satuan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak justru masih menghadapi berbagai persoalan kekerasan, mulai dari perundungan (bullying), kekerasan seksual, hingga kekerasan berbasis gender di ruang digital.
“Putuskanlah mata rantai kekerasan di sekolah dan madrasah kita. Tugas terbesar seorang guru adalah memastikan tidak ada air mata ketakutan yang jatuh di lantai kelasnya,” katanya.
Nashriyah menjelaskan bahwa konsep tarbiyah tidak hanya dimaknai sebagai proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mencakup proses merawat, membimbing, dan memastikan perkembangan peserta didik berlangsung secara optimal. ia menekankan pentingnya integrasi perspektif perlindungan anak dan kesetaraan gender dalam praktik pendidikan.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital bagi pendidik di tengah meningkatnya kasus perundungan siber dan kekerasan berbasis gender online yang menyasar anak-anak dan remaja.
Melalui orasi tersebut, Nashriyah mengajak para lulusan FTK UIN Ar-Raniry untuk menjadi pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga hadir sebagai pelindung, pendamping, dan teladan bagi peserta didik dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak. [ ]
