
Merajut Ekowisata Islami di Pulau Terluar Indonesia
Banda Aceh – Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Gampong Lamteng selama empat hari, mulai Kamis hingga Minggu (30 April – 3 Mei 2026). Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kesadaran lingkungan, sanitasi, serta pelestarian kawasan pesisir dan hutan sebagai bagian dari pengembangan ekowisata Islami yang diikuti Dosen Prodi PBL bersama mahasiswa. Turut hadir sebagai narasumber Najmul Falah, M.Pd sebagi dari Kementerian Agama Aceh Besar, Hanafiah, M. Ag dari FTK UIN Ar-Raniry dan Fakhrurrazi dari LSM Pemerhati Lingkungan.
Pada hari pertama, Kamis (30/04/2026), tim PKM menggelar sosialisasi kepada masyarakat pesisir mengenai pentingnya kesadaran lingkungan dan sanitasi. Kegiatan ini menekankan bahwa kebersihan lingkungan dan pengelolaan sanitasi yang baik merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kawasan ekowisata islami yang berkelanjutan dan bernilai edukatif.
Kegiatan dilanjutkan pada Jumat (01/05/2026) dengan aksi bersih-bersih pantai di kawasan wisata Lamteng, Pulo Nasi. Aksi ini melibatkan masyarakat setempat, mahasiswa, serta aparatur desa. Selain sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan pesisir, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama terhadap potensi wisata daerah.

Pada Sabtu (02/05/2026), dilaksanakan sosialisasi perlindungan kawasan hutan sebagai langkah strategis dalam mendukung penghijauan jangka panjang. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya menjaga ekosistem hutan, peran vegetasi dalam mencegah abrasi, serta kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan dan pariwisata berbasis ekologi.
Pada hari terakhir, Minggu (03/05/2026), dilanjutkan dengan kegiatan gotong-royong bersama di tempat ibadah dan lingkungan sekitarnya, serta diakhiri dengan acara penutupan yang ditutup langsung oleh keuchik Gampong Lamteng, Ibrahim.
Ketua Program Studi Pendidikan Biologi, Mulyadi, menyampaikan bahwa kegiatan PKM ini merupakan bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam mendekatkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat secara aplikatif. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas lingkungan dan kesadaran masyarakat.
Sementara itu, Wakil Dekan II FTK, Samsul Kamal, menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci dalam menciptakan kawasan wisata yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga berkelanjutan secara ekologis dan bernilai islami.
Sambutan Dekan FTK
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Safrul Muluk, dalam sambutannya secara terpisah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan PKM ini sebagai wujud nyata kontribusi akademisi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa penguatan kesadaran lingkungan, khususnya di kawasan pesisir dan hutan, harus menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, beliau menyatakan bahwa pengembangan kawasan ekowisata islami di wilayah pesisir seperti Pulo Nasi memiliki potensi besar, tidak hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga sebagai media edukasi lingkungan berbasis nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, keterlibatan aktif perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Aceh Besar, khususnya kawasan pesisir Pulo Nasi, dapat berkembang sebagai destinasi ekowisata islami yang unggul, berbasis pada kesadaran lingkungan dan partisipasi aktif masyarakat [rzk].
